Spotlight

Spotlight : Bibrina Sutanto

Spotlight

Menjadi wanita karier dan ibu rumah tangga sekaligus, selalu menjadi dilema dan tantangan tersendiri bagi para wanita. Bagaimana cara Bibrina Sutanto melalui dan mengatasinya?

"Saya bekerja sebagai karyawati bagian HRD di salah satu perusahaan konglomerasi di Indonesia, sekaligus ibu dari dua orang putra. Tentu saja membagi waktu di antara keduanya, menjadi tantangan tersendiri bagi saya." Terangnya membuka pembicaraan kami.

"Hal yg paling sulit bagi saya, mungkin mirip seperti yg dihadapi oleh ibu - ibu bekerja lainnya, yaitu saat keluarga membutuhkan kehadiran saya, namun pekerjaan di kantor tidak bisa ditinggalkan." Hal ini diakuinya menjadi kendala terberatnya. Namun berpikir positif selalu menjadi kunci untuk menyelesaikan prioritasnya dan mencari solusi yg terbaik.

Misalnya saat anaknya sakit ringan maka dengan bijak, ia berusaha meminta dukungan anggota keluarga lainnya untuk mengantarkan anak ke dokter. Namun apabila kehadirannya dirasa harus, maka ia akan memilih cuti untuk mendampingi anaknya tersebut. "Komunikasi dan saling support serta pengertian memang harus berjalan seiringan." ungkapnya.

Keluarga memang menjadi prioritas utama baginya. Ia bahkan tanpa ragu menyatakan bahwa yg selalu menguatkan dirinya melalui segala masalah dan jatuh bangun baik dalam pekerjaan maupun hidup, adalah misi hidupnya untuk menjadi istri dan ibu yg baik.

"Jadi apapun yg saya lakukan, bahkan untuk bekerja pun, menjadi jalan saya untuk mencapai misi hidup tersebut." Jelasnya.

Ia pun tak ragu apabila dihadapkan pada pilihan berkeluarga atau bekerja, "Pasti saya pilih keluarga, walaupun itu berarti saya perlu berhenti bekerja."

Bibrina juga menyadari bahwa dalam hidup ini, terutamanya ketika harus berbagi peran seperti yg dilakukannya, nilai hidup, disiplin diri, dan konsistensi diri dan komunikasi terbuka sangatlah penting. Prinsip ini juga yang ia terapkan dalam mendidik dan membesarkan kedua putranya.

"Karena anak membutuhkan konsistensi untuk merasa aman dan percaya pada orang tuanya. Anak - anak jaman sekarang sangat kritis dan dapat mengakses banyak pengetahuan melalui berbagai media. Jadi, orang tua harus mampu meng-encourage open communication dan memberikan kepercayaan, sehingga anak tidak perlu sembunyi - sembunyi." Ia menjelaskan.

Bibrina tersenyum dan memberikan contoh, ketika kami bertanya tentang seperti apa open communication yg dilakukan kepada anaknya.

"Ketika anak saya mengakui suka dengan teman sekelasnya, saya memilih untuk tidak panik atau melarangnya, melainkan mendiskusikan apa yg dia rasakan. Malah akhirnya saya yg antar dia beli coklat buat teman sekelasnya itu saat Valentine. Dengan hal - hal seperti itu, anak - anak saya merasa didukung untuk open dengan orang tuanya dan tidak merasa dihakimi setiap mereka menceritakan sesuatu." Terang wanita yang menyukai style berpakaian yg simple ini.

Prinsip open communication ini juga ia terapkan pada style fashionnya juga., termasuk mempertimbangkan dan menerima masukan - masukan dari suami tercinta tentang penampilannya.

"Salah satu cara saya menjadi istri yg baik adalah berpenampilan menarik bagi suami. Hal ini adalah bentuk penghargaan bagi suami juga. Make him proud of his wife dan ini bisa dicapai dengan penerapan fashion yg tepat. Dengan berpenampilan menarik, berarti saya juga menghargai diri sendiri. Benda berharga tidak mungkin dibungkus dengan kertas koran bukan? Bahkan kita tahu, seperti di Jepang misalnya, saat kita membeli sesuatu, bungkusnya biasanya sangat indah, dikerjakan dengan sungguh - sungguh." Ungkap Bibrina dengan bersemangat.

Terlihat betapa ia sangat memahami apa yg ia inginkan dan menghargai dirinya sendiri dengan baik.

"Apalagi dengan tubuh kita, kita perlu menghargai dan menghiasnya, meski tentu bukan dengan cara berlebihan ya. Fashion bagi saya berfungsi untuk menampilkan saya yg profesional, siapa saya, dengan ciri khas saya sendiri." Lanjutnya seraya tersenyum.

Tentu saja kami pun jadi penasaran dengan item fashion favoritnya. Dengan filosofi dan prinsip hidup yg membumi, namun memiliki pekerjaan yg menuntut profesionalitas tinggi, kami sangat ingin tahu seperti apa pilihannya dalam berpenampilan.

"Untuk tas, saya tidak terlalu suka berganti tas karena alasan kepraktisan saja. Saya lebih baik punya tas dan sepatu tidak terlalu banyak tetapi kualitasnya bagus dan pantas dipakai ke mana saja. Sedangkan untuk item fashion favorit yg paling sering berganti tentunya pakaian dan aksesoris ya. Tapi prinsipnya sama, yaitu saya lebih memilih membeli sedikit tapi yang berkualitas." Jelasnya bersemangat.

"Terus terang saja, kualitas baju tidak bisa berbohong. Bahan dan jahitan bila murah akan terlihat murahan, begitu juga sebaliknya. Ini berlaku juga pada aksesoris, lebih baik beli yg bahan dan desainnya bermutu, tidak pasaran dan elegan." Lanjutnya seraya meneguk minumannya.

Berbicara tentang aksesoris sebagai salah satu item favorit, Vilia sempat bercerita kalau Bibrina juga adalah salah satu client lamanya yang sudah menjadi sahabatnya. Bahkan di saat - saat Vilia sempat libur berkarya dan memulai lagi,  Bibrina adalah salah satu yang selalu mendukung dan bahkan datang ke acara - acara dan show Vilia.

"Iya. Saya sudah menggunakan karya Vilia sejak tahun 2009 jika tidak salah ingat. Bagi saya, aksesoris itu adalah personal signature yg bisa mengubah keseluruhan penampilan. Dengan pakaian sederhana pun, asal dilengkapi aksesoris yg tepat, akan jadi sebuah statement fashion bagi kita. Aksesoris pun bisa meningkatkan mood yg baik, jadi bukan hanya sekedar pengaruh ke penampilan semata.

Yang paling saya sukai dari karya Vilia adalah kuatnya product customization dan keunikannya. Vilia tahu bagaimana selera client nya dan benar - benar memikirkan apa yg cocok bagi saya, bahkan kadang bisa seperti cenayang haha. Bisa menebak dan memberikan apa yg disukai client walaupun kadang client sendiri bingung mengutarakan keinginannya." Ungkapnya sambil tertawa lepas.

"Materi yg digunakan untuk karyanya pun unik. Seperti mutiara baroque, semi precious stone yg tidak biasa kita temui sehari - hari, bahkan dari cameo puluhan tahun bisa dirangkai jadi kalung cantik yg selalu mendapat pujian setiap kali saya pakai. Untaian mutiara dari Lombok yg terkesan biasa, bisa jadi kalung mutiara yg elegan luar biasa.

Singkatnya, karya Vilia itu sangat personalized, unique, dan mampu mem-boost up mood orang yg mengenakannya sesuai dengan kepribadian mereka masing - masing." Lanjutnya sambil bersiap untuk difoto.

Mungkin memang sekuat itulah seharusnya, ikatan antara artisan dengan client nya untuk menemukan sinergi dan menghasilkan karya - karya yg memiliki jiwa dan sesuai dengan kepribadian keduanya.

Lalu, ketika diminta untuk memberikan pesan terakhirnya sebagai penutup, Bibrina dengan tersenyum menjawab, "Apapun yg terjadi, kita harus selalu fokus pada apa yg sedang kita lakukan. Harus juga tetap jujur baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Dan tidak boleh lupa bahwa kita bertanggung jawab atas kebahagiaan diri kita sendiri, karena kita baru bisa membahagiakan orang lain setelah kita sendiri bahagia."

Photographer: Ria Penta
Wardrobe: Private Collection
Accessories: Vilia Ciputra
Place: Kopium, Jalan Summagung I Blok A4 No. 11, Kelapa Gading - 0811 1918 801